Upacara endog-endogan merupakan ikon upacara tradisi di Kabupaten Banyuwangi. Upacara ini dilaksanakan setiap setahun sekali yaitu pada 12 Rabilawal atau 12 Mulud. Tujuan diadakannya upacara adalah untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad. Upacara ini membutuhkan ribuan bahkan puluhan ribu telur karena peserta upacara meliputi seluruh kabupaten dan dilaksanakan secara besar-besaran. Upacara endog-endogan sebagai awal dilaksanakan upacara yang lain yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Dalam upacara ini dilaksanakan karnaval perlengkapan endog-endogan dengan berbagai hiasan. Semua peserta berlomba untuk menghias dengan telur atau endog. Perlengkapan upacara dibawa ke masjid Agung Banyuwangi dan diterima langsung oleh Bupati Banyuwangi kemudian diserahkan kepada imam masjid untuk dibacakan doa-doa. Asal mula tradisi endog-endogan merupakan pengaruh dari adanya penyebaran agama Islam di Banyuwangi dengan perlengkapan utama berupa telur atau endog. Oleh sebab itu upacara dinamakan endog-endogan.