Menurut keterangan Bapak Gatot Sujarwo, Wayang Krucil ada yang mengatakan tinggalan Prabu Brawijaya, ada yang berpendapat ciptaan Sunan Kudus, ada yag mengatakan ciptaan raja Kartasura, Untuk daerah Padangan masyarakat meyakini ciptaan dari kelurga Sultan Hadiwijaya yaitu Pangeran Jati Kusumo dan Pangeran Jatikusworo.
Wayang Kruci di desa ini, merupakan gaya campuran antara budaya perbatasan (Jawa Tengah-Jawa Timur) yaitu Jipang, Cepu,Padangan dan sekitarnya. Wayang krucil ini juga ada dibeberapa daerah antara lain di Nganjuk, Jombang, Lamongan, dan Kudus. Untuk yang ditekuni wayang krucil dari Blora bagian timur dan Bojonegoro bagian barat. Gaya Blora diiringan sinden dan gamelan pelok slendro, sehingga yang ditekuni gaya Padangan dan sekitarnya.