Penyusunan Paket Wisata Kuliner di Kawasan Wisata Karimunjawa dan BBS (Pantura). Semarang, Dinas Pariwisata, Propinsi Jawa Tengah, 2007. - Republik tawangsari.blogspot.com -http://cetak kompas.com/read/xml/2009
Awal mula usaha sate srepeh Bu Slamet dilakukan oleh neneknya yang bekerja di rumah pengusaha Tionghoa di daerah Pecinan Rembang. Setelah pengusaha pindah ke luar daerah, nenek Bu Slamet yang pernah mendapat resep bumbu daging dicoba untuk masakan sate. Dari warna merah bumbu ini kemudian dinamakan srepeh, yang kemudian menyatu dengan sate menjadi sate sarepeh. Nenek dan ibu dari Bu Slamet berjualan sate tersebut pada tahun 1989. Mereka menjaual sate dengan cara dipikul keliling kompleks Pecinan. Setelah usahanya diteruskan Bu Slamet, usahanya menempati bangunan berarsitektur Cina di Pecinan, Jl. Dr. Wahidin No 9, pada tahun 1991. Usahanya menggunakan nama suaminya yaitu Slamet Gunarso. Sekarang ini dalam usahanya, BU Slamet yang sudah berusia 60 tahun dibantu oleh anak keematnya yang berusia 32 tahun bernama Abadi. Warung Sate Srepeh Bu Slamet hanya buka pagi hari dari jam 07.00-10.00 wib.