Perkembangan kesenian ketoprak hampir sama dengan perkembangan kesenian wayang orang. Pada tahun 1990-an, di Magelang saat tokoh ketoprak Gito Gati masih eksis dan hidup. Kesenian ini banyak muncul diberbagai tempat, seperti di Grabak, Borobudur, Ngablak, Muntilan, Salam, Pakis, Dukun. Saat itu, Gito Gati membina kesenian ketoprak di Kabupaten Magelang. Namun seiring berjalannya waktu, kesenian ini semakin mundur. Hal ini karena kemampuan generasi muda yang banyak tidak menguasai bahasa Jawa (sebagai bahasa yang digunakan dalam kesenian ketoprak). Upaya pelestarian sudah ada, akan tetapi mengalami kesulitan dalam pembelajaran bahasa.