Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Makanan Gethuk Gondhok Magelang - Magelang, Jawa Tengah |
Sejarah:
Pada zaman penjajahan Jepang, ketika beras merupakan barang langka, singkong atau ketela merupakan bahan pangan yang mudah didapatkan dan banyak ditanam orang. Berkat kreativitas seorang Mbah Ali Mohtar yang berasal dari Desa Karet, Magelang, singkong kemudian diolah dengan cara dikukus, lalu dihaluskan sekadarnya dan dicampur gula. Konon, inilah awal mula lahirnya gethuk. Makanan yang awalnya berbentuk bulat-bulat sederhana ini ternyata digemari oleh orang banyak dan karena saat itu mbah Ali Mohtar menderita penyakit gondok, akhirnya disebutlah gethuk ini sebagai gethuk gondhok. Usaha gethuk gondhok makin berkembang dan akhirnya menjadi salah satu oleh-oleh khas Magelang. Usaha Mbah Ali kemudian diteruskan oleh cucunya, yaitu Ibu Hj. Sri Rahayu.
Diskripsi:
Gethuk Gondhok dibuat dari bahan Singkong yang direbus kemudian dihaluskan dan diberi gula supaya terasa manis kemudian dibentuk bulat-bulat. Namun Getuk gondhok saat ini telah mengalami modifikasi dari segi bentuk dan warna. Ada yang berwarna cokelat, cokelat kombinasi putih, putih kombinasi cokelat, pink, hijau, juga lapis tiga warna, yaitu pink, hijau dan cokelat. Namun, keaslian dan kemurnian bahan pembuatnya tetap dipertahankan, seperti penggunaan gula pasir yang asli dan bukan gula buatan, yang menjadikan getuk tetap lunak dan tidak keras, juga tidak digunakannya bahan pengawet, sehingga getuk gondok buatan Ibu Hj. Sri Rahayu ini hanya mampu bertahan selama 2 hari. Untuk pewarnanya pun dipakai bahan pewarna khusus makanan sehingga aman untuk dikonsumsi selain penggunaan gula jawa untuk penghasil warna cokelat yang alami. Selain getuk warna-warni, ada juga getuk gondok dalam bentuknya yang asli, yaitu bulat-bulat berwarna putih. Rasanya enak, manis, dengan kadar aroma yang pas dan legit.