Tradisi saparan Dusun Jangkrikan, Desa Rogomulyo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang selalu dilakukan masyarakat ini secara turun-temurun. Tradisi saparan merupakan tradisi ziarah ke makam Ki Ageng Alim, salah satu leluhur di dusun tersebut. Tradisi saparan ini mirip dengan tradisi sebar apem di Jatinom Klaten. Tradisi saparan dilaksanakan pada hari Selasa Kliwon pada bulan Sapar.
Acara ini berlangsung selama 2 hari. Hari pertama diisi dengan ritual makam. Para peziarah berdoa di makam Ki Agung Alim. Dalam acara ini di halaman depan makam diadakan wayangan/kerawitan. Pada hari kedua, prosesi dimulai dengan kirab kenduri yang meliputi pembawa spanduk, pembawa tumpeng kenduri besar, pembawa bunga, rombongan pamong praja, tumpeng kenduri kecil, grup kuda lumping, rombongan pelajar dan masyarakat. Sesampai di area makam, rombongan kirab disambut dengan gending Ladrang Eling-eling dan Ladrang Wilujeng. Setelah peserta kirab siap, acara seremonial dimulai. Acara seremonial: pembukaan, pembacaan sekelumit informasi tentang upacara adat shaparan, laporan panitia, tabur bunga, sambutan, pembacaan doa, pembagian punar.