Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaArsitektur Tradisional: Los, bangunan Vernakuler - Klaten, Jawa Tengah
Sejarah : Los adalah bangunan vernakuler tumbah jeiring dengan munculnya perkebunan tembakau Belanda sekitar tahun 1850. Bangunan Vernakuler adalah bangunan yang di buat penduduk biasa, bukan oleh ahli bangunan atau arsitek,untuk merespons linkungan lokal dari iklim,tradisi dan ekonomi. Saat ini masih masih banyak los di Kab.Klaten yang terletak di pedalaman pedesaan, seperti di area perkebunan tembakau kebun Gayampit di Bendo Santungan. Los itu berada di tengah lahan perkebunan tembakau PT Perkebunan Nusantara X Kebun kebunarum / gayampit / wedi-bilit di lahan perkebunan tembakau seluas 63 ha terdapat 228 los untuk tembakau naungan dan 145 los untuk tembakau non naungan. Deskripsi : Bangunan Vernakuler sangat loyal dengan bentuk dan material lokal serta sangat jarang menerima inovasi. Bangunan Vertakuler bisa berupa rumah tinggal,bangunan pertanian,kandang kuda dan tempat bekerja pandai besi. Los termasuk bangunan pertanian berbentuk empat persegi yang yang rata panjang 100m, lebar 18m dan tinggi 12m. Vernakuler los sangat fungsi, hampir semua lini bangunan Vertakuler ada pada los. Bentuk denah empat persegi panjang, termasuk tipologi denah rumah Jawa di pedesaan. Bentuk atap pelana (kampung) dengan kemiringan atap 40-45 derajat, seperti bentuk atap rumah sekitarnya, jadi loyal los (artinya luas). Struktur utama pada tiang bambu apus 2 bambu petung. Tiang-tiang bambu menancap pada fondasi rumah batu.penutup atap terbuat dari rangkaian daun tebu kerung(rafak) yang banyak di jumpai di situ. Rafak di gunakan asap keluar dari celah rafak tetapi kelembaban los terjaga. Pelungkup atau dinding juga menggunakan rafak di kombinasi kepang juga goni(untuk mengurangi panas) yang di letakkan di antara bamboo belah di antara tiang bambu. Di antara dinding terdapat jendela(kelep) yang bisa di buka. Pada musim hujan kelep di tutup. Lantai dari tanah yang di padatkan. Jalur di tengah los di aliri air agar lantai tanah tidak berdebu. Pengerjaan semua memakai teknik lokal, tanpa intervesi arsitek.