Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Kesenian Truntung - Magelang, Jawa Tengah |
Sejarah:
Trunthung adalah kesenian tradisional asli orang lereng gunung merbabu, dinamakan trunthung karena menggunakan alat musik trunthung (alat musik pukul media membran dengan menggunakan stik). Diringi beberapa buah gamelan. Berpakaian seperti prajurit keraton yang akan berangkatke medan perang, rias wajah para pemainnya yang kuat melambangkan lelaki tangguh. Jumlah penari truntung berkisar 10- 20 orang, sedangkan pemusiknya berjumlah 8 orang. Arena pementasannya minimal 10×10 meter persegi.
Asal mula kesenian Truntung sampai saat ini tidak diketahui secara pasti. Kesenian ini merupakan wujud spontanitas dalam berekspresi dan berapresiasi dalam berkesenian masyarakat lereng Gunung Merapi dan Merbabu. Kesenian ini menggambarkan tentang kehidupan orang-orang lereng Gunung Merapi dan Merbabu yang hidupnya akrab dengan alam.
Gerakan kesenian Truntung seperti pada kesenian-kesenian tradisional di lereng merapi lainnya yaitu kesenian Rodad, Reog Thotok Uwok, Kobrosiswo, Shalawatan, Badui, dan Dayakan. Gerakannya dengan pola lantai lurus dan iringan musiknya dinamis. Para penari kesenian Truntung adalah kelompok masyarakat yang mata pencaharian sebagai petani, peternak, buruh, dan sebagainya.
Diskripsi:
Trunthung adalah kesenian tradisional asli orang lereng gunung merbabu, dinamakan trunthung karena menggunakan alat musik trunthung (alat musik pukul media membran dengan menggunakan stik). Diringi beberapa buah gamelan. Berpakaian seperti prajurit keraton yang akan berangkatke medan perang, rias wajah para pemainnya yang kuat melambangkan lelaki tangguh. Jumlah penari truntung berkisar 10- 20 orang, sedangkan pemusiknya berjumlah 8 orang. Arena pementasannya minimal 10×10 meter persegi.
Gerakan yang di pakai yaitu gerakan dari simbol-simbol beladiri seperti menangkis, kuda kuda, menendang, menyerang, bertahan dan keluwesan perpaduan tari dan gamelan. Kesenian ini biasanya dipergelarkan pada acara bersih desa, orang hajadan, dan sebagainya.