Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Permainan Tradisional di DIY : Nini Towong - Pundong, Bantul, DI Yogyakarta |
Sejarah :
Nini Towong terdiri dari 2 kata yaitu Nini dan Towong. Dalam bahasa jawa Nini berarti Embah wedok/ Mbah putri, sedangkan Towong berarti kosong atau lowong. maka Nini Towong merupakan perempuan tua dan menempati tempat yang masih kosong. Perempuan tua juga di maksud adalah roh halus dari orang yang sudah meninggal dunia. Permaianan ini selalu di lakukan pada malam hari terutama saat Terang Bulan. Hal ini tentunya berkaitan dengan kondisi masa lalu di mana lampu penerangan saat itu masih terbatas.
Pada waktu dulu jika malam terang bulan banyak orang bermain di luar rumah, salah satu permainan yang mereka lakukan adalah Nini Towong. Alat permainan ini cukup sederhana yaitu Gayung Tempurang yang tangkainya di masukkan ke dalam Icir/Bubu.
Persyaratan utama dalam permainan ini berupa Gayung harus hasil curian, kalau mungkin Gayung yang di curi dari orang yang galak.
Deskripsi :
Makna Nini Towong sebenarnya merupakan penggambaran sederhana manusia hidup di dunia. Manusia dapat hidup tumbuh dan berkembang bila ada roh atau nyawanya. Begitupula bila Nini Towong yang terdiri dari Ragangan dan roh halus, permainan ini bisa bergerak atau jadi bila badan Nini Towong telah di masuki roh halus. Dengan kata lain manusia atau Nini Towong itu akan mati bila roh yang menempati raga atau tubuhnya lepas/pergi. Sementara permainan Nini Towong mengenakan pakaian yang terbuat dari kain merupakan lambang dari benda/ barang atau hal-hal yang bersifat materi atau duniawi.
Selanjutnya fungsi permainan ini adalah sebagai hiburan bagi warga masyarakat setempat.
Kemudian mengenai nilai-nilai yang ada dalam permainan Nini Towong adalah nilai gotong royong, nilai pendidikan, nilain ketaatan, nilai religi, atau agama ini dapat di lihat pada lagu-lagu yang di bawakan.