Sejarah :
Upacara Saparan “Swebaran Apem Keong Emas” sudah menjadi tradisi bagi masyarakat pendukungnya, atau masyarakat Pengging Boyolali umumnya, upacara ritual ini dilaksanakan pada setahun sekali, tapatnya pada bulan Sapar (Jawa), dan dimulai pada saat setelah sholat Jum’at (kurang labih pukul 15.00 Wib). Lokasi yang dipergunakan adalah di sekitar halaman masjid Cipto Mulyo. (Menghormati RNg Yosodipuro, pujangga Kraton Solo TUS. Pajang)
Deskripsi :
Upacara ritual ini disebut, sebaran apem keong emas untuk menghormati pujangga RNg Yosodipuro I, di Desa Bendan, tepatnya di depan halaman masjid Ciptomulyo, yang berada di komplek makam RNg Yosodipuro I sebagai ungkapan / menghormati / mengaktualisasikan perkembangan yang di ajarkan oleh RNg Yosodipuro kepada murid-muridnya (santrinya) pada waktu itu, pelaksanaan upacara ini bulan Sapar (Jawa) pada hari Jum’at kurang lebih jam 15,00 Wib, sebelum apem di sebar, diadakan malam tirakatan, tahlil, doa, fungsi sosial budayanya dapat mengatakan warga sekitar, dan dapat bergotong-royong, persatuan kesatuan