Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaTradisi Suran Tutup Ngisor - Magelang, Jawa Tengah
Sejarah: Asal mula Tradisi Suran Dusun Tutup Ngisor pada tahun 1937 atas prakarsa Romo Sudarmo, seorang tokoh kejawen yang sangat terkenal dan dihormati oleh masyarakat Dusun Tutup Ngisor. Tradisi ini bertujuan untuk memperingati tahun baru Jawa. Tradisi peringatan tahun baru Jawa ini diperingati dengan mengadakan pagelaran wayang orang dengan lakon Lumbung Tugu Mas, yang menceritakan Dewi Sri, yang dipercaya sebagai Dewi Kesuburan. Selain itu sebelum pergelaran wayang orang juga dipergelarkan tari Kembar Mayang, dimana pada setiap gerakannya mengandung makna rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Tradisi memperingati tahun baru Jawa yang dilakukan oleh Romo Yoso Sudarmo ini oleh masyarakat Tutup Ngisor dinamakan Tradisi Suran Tutup Ngisor. Setelah Romo Yoso Sudarmo meninggal dunia pada tahun 1990, tradisi Suran Tutup Ngisor masih terus diselenggarakan, dengan menambah acara sebelum pergelaran wayang orang, yaitu ziarah ke makam Romo Yoso Sudarmo dengan maksud untuk memohon restu penyelenggaraan tradisi supaya berlangsung dengan lancar. Deskripsi: Tradisi Suran Tutup Ngisor diselenggarakan pada setiap malam tanggal 15 Sura saat bulan purnama, sekitar pukul 19.30 diawali dengan ziarah ke makam Romo Yoso Sudarmo. Setelah itu sekitar pukul 21.00 warga Dusun Tutup Ngisor berkumpul di Padepokan Tjipta Budaya yang merupakan padepokan peninggalan Romo Yoso Sudarmo, untuk menyasikan pagelaran Tari Kembar Mayang dan Wayang Orang dengan lakon Lumbung Tugu Mas. Pada keesokan harinya yaitu tanggal 15 Sura, pada pukul 06.00 melaksanakan kirab Jathilan, mengelilingi Padepokan Tjipta Budaya sebanyak 3 kali dengan tujuan untuk menolak bala supaya lingkungan dusun ini bebas dari bencana dan malapetaka. Setelah kirab Jathilan selesai dilajutkan dengan perebutan sesaji. Pada pukul 10.00-18.00 diadakan pementasan kesenian tradional seperti warokan, tari Soreng, tari Grasak, wayang topeng, dan wayang orang dari berbagai komunitas seniman.