Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaTari Klasik Gaya Yogyakarta : Beksan (Tari) Lawung - Kraton, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta
Sejarah : Beksan (Tari) Lawung Istilah beksan di Yoyakarta dipakai untuk menyebut baik tari-tarian tunggal mamupun duet, quartet atau berpasangan. Beksan (Tari) Lawung merupakan Beksa (Tari) yang tua usianya dan diciptakan oleh Sultan Hamengku Buwana I, Beksan (Tari) Lawung ini di Kraton Yogyakarta hanya dipentaskan pada waktu ada upacara perkawinan. Beksan (Tari) Lawung ciptaan Sultan Hamengku Buwana I ini ada dua macam yaitu Lawung Gagah dan Lawung Alus. Lawung Gagah disebut juga Beksan Trunajaya, karena dulu yang menarikan adalah para prajurit Sultan Hamengku Buwana I dari kesatuan Trunajaya. Beksan (Tari) Lawung menggambarkan pertandingan antara prajurit-prajurit dalam kepandaian memainkan tombak Deskripsi : Beksan (Tari) Lawung merupakan seni tari klasik gaya Yogyakarta. Diciptakan oleh Sultan Hamengku Buwana I. Beksan (Tari) Lawung yang lengkap dibawakan oleh 16 orang penari dibagi dalam lima kelompok yaitu dua orang botoh, empat orang lurah, empat orang jajar, empat orang plincon dan dua orang pelawak. Adapun penari lurah dan jajar adalah penari-penari yang betul-betul manarikan permainan-permainan lawung. Keempat penari plincon hanya bertugas sebagai pembawa lawung. Sedangkan kedua pelawak itu masing-masing merupakan pembantu kedua botoh yang sedang bertaruh. Beksan (Tari) Lawung di Kraton Yogyakarta hanya dipentaskan pada waktu ada upacara perkawinan. Di luar istana juga sering dipentaskan tetapi penarinya dikurangi menjadi sepuluh, delapan, enam bahkan sering perlu hanya empat.