Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara Kirab Temanten Desa Loram Kulon - Kudus, Jawa Tengah
Sejarah: Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terdapat Masjid Wali Loram Kulon. Di depan Masjid tersebut ada sebuah gapura yang bangunannya menyerupai corak gapura pintu masuk peribadatan Hindu-Budha. Karena pada masa itu Syech Sultan Hadirin menyusun salah satu strategi yang bijaksana untuk menyebarkan ajaran Islam di Desa Loram. Hal tersebut dilakukan karena masyarakat di daerah tersebut masih banyak yang menganut Hindu-Budha. Oleh karena itu dengan dibangunnya bangunan seperti itu agar masyarakat tertarik untuk datang ke Masjid Wali yang seakan-akan bahwa Sultan Hadirin juga mempunyai kepercayaan yang sama seperti mereka. Kemudian munculah suatu tradisi apabila ada penduduk Desa Loram Kulon menjalin suami istri maka upacara perkawinnya dilaksanakan di Masjid Wali dan selanjutnya dibacakan do’a untuk mendapat keberkahan dunia akhirat. Selanjutnya temanten dikirab mengelilingi gapura agar masyarakat mengetahui bahwa mereka telah menjadi suami istri yang resmi dan sah. Melalui acara tersebut maka Sultan Hadirin mengenalkan ajaran Islam dan membudayakan ajaran Islam kepada masyarakat Desa Loram Kulon. Hingga kini masyarakat Desa Loram Kulon secara turun temurun masih melaksanakan tradisi tersebut. Biasanya pada bulan Syawal, Besar, Rejab, dan Ruwah sering ada pelaksanaan Tradisi Kirab Temanten, karena pada bulan-bulan tersebut merupakan bulan baik yang dipercaya masyarakat untuk melaksanakan pernikahan. Diskripsi: Tradisi Kirab Temanten Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus merupakan suatu tradisi yang khas dan unik. Tradisi ini dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Desa Loram Kulon sejak agama Islam masuk ke Desa Loram Kulon hingga sekarang. Lokasi tradisi Kirab Temanten yaitu di Gapura Padureksan Masjid Desa Loram Kulon. Sehingga setiap warga Desa Loram Kulon yang berdomisili di manapun berada di luar Desa Loram Kulon ketika menikah maka mereka akan meakukan ritual mengelilingi gapura Masjid Wali didampingi oleh orang tua, kerabat dan sanak famii. Maksud dan tujuan dilaksanakan tradisi Kirab Temanten Desa Loram Kulon adalah agar temanten mendapat ridlo dan berokah dari Allah SWT, diberi kesehatan, umur panjang, rukun dalam keluarga serta diselamatkan di dunia dan diakherat. Sebaliknya apabila tidak dilaksanakan tradisi tersebut masyarakat takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan seperti sakit, keluarga tidak harmonis yang diakhiri dengan perceraian dan sebagainya. Prosesi upacara tardisi Kirab Temanten Desa Loram Kulon diawali dengan upacara pernikahan yang kemudian dilanjutkan dengan upacara kirab. Kirab dilakukan oleh keduan mempelai putra maupun putri yang didamingi oleh orang tua, saudara dan sanak family serta kerabat dengan mengelilingi Gapura Padureksan Masjid Loram Kulon. Biasanya dilaksanakan 1 kali putaran Fungsi dari upacara ini adalah sebagai ucapan rasa syukur kepada yang maha kuasa atas terlaksananya pernikahan dengan harapan agar mendapat ridlo dari Allah SWT