Sejarah :
Kanjeng kyai Al Qur’an merupakan naskah pusaka milik Kraton Kasultanan Yogyakarta, naskah ini hasil gubahan Ki Atmo Perwito ditulis pada tahun 1212 H atau 1797 M yang terdiri dari 574 halaman. Isinya meliputi seluruh ayat dan surat yang terdapat dalam Mushaf Usmani yang menjadi standar cakupan dan pembacaan Al Qur’an. Sebutan Kanjeng Kyai tidak bisa dilepaskan dari kepercayaan kepada kesaktian (kasekten) yang ada dalam budaya Jawa.
Deskripsi :
Kanjeng Kyai Al Qur’an merupakan pusaka Kraton Yogyakarta telah disalin setebal 575 halaman, disimpan di tempat kusus bahkan diberlakukan sebagai benda keramat dan sangat dimulyakan. Kitab suci ini diberi gelar kehormatan ”Kanjeng Kyai”. Benda pusakan ini di kalangan abdi dalem apalagi dikalangan masyarakat luas, dipandang sebagai benda yang harus dihormati (karena sebagai milik pribadi raja) juga dianggap memiliki kekuatan yang bersifat magis. Karena merupakan benda pusaka kraton proses pengerjaan dikerjakan dengann membaca dari hasil micro film pada tahun 2005. adapun fungsi sosial karya budaya ini untuk dijadikan sebagai pengokoh nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sehingga dapat memberi pedoman dan arah terhadap hidup yang religius.