Sejarah :
Upacara Bersih Dusun di Tuksono dilaksanakan masyarakat petani setahun sekali jatuh pada bulan Besar. Pelaksanaannnya didukung adanya kepercayaan penduduk tentang dunia gaib, yang dihuni oleh makhluk halus. Seperti arwah para leluhur, dan makhluk halus. Penduduk agama Islam, tetapi adanya kepercayaan terhadap dunia gaib. Dalam rangka memohon bantuan leluhur dilakukan dengan berbagai cara bersesaji kepada leluhur.
Deskripsi :
Upacara bersih dusun di Tuksono, dilaksanakan setahunn sekali pada bulan Besar oleh petani, tujuan bersyukur kepada Tuhan dengan perantaraan Dayang leluhur desa yang telah memberikan hasil baik. Selain itu menolak kekuatan gaib yang mengganggu desa dengan perantaraan leluhur yang telah tiada. Prosesi upacara pertama Boyong Bale Sri dan kedua upacara di Sendang Kamulyan. Boyong Mbok Sri untuk memuliakan dewi padi, dengan dilengkapi sesaji berupa ; sambel gepeng, srabi, apem, jagan sasuk.
Upacara di Sendang kamulyan, warga datang denga membawa seombyok padi untuk di kumpulkan, yang dipimpin oleh rois menyampaikan doa kepada Tuhan melalui eyang Kertoyono, agar memberi berkah kepada warga dusun agar mengucapkan syukur dan terima kasih atas karunia Tuhan. Sajen : kopi pahit, rokok, dan buah-buahan, nasi gurih dan tumpeng.