Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKearifan Petani Tanaman Hias di Kota Batu, Jawa Timur
Sejarah : Sejak tahun 1918 daerah Batu Malang Jatim telah dilakukan penelitian dan dihasilkan bahwa daerah tersebut sangat cocok untuk tanaman apel, sayuran dan tanaman hias. Oleh karena itu tahun 1920 daerah tersebut dijadikan tempat peristirahatan oleh Belanda dan dijadikan kebun apel serta tanaman hias. Untuk pekerjaan tersebut Belanda mempekerjakan para ahli dan pekerja kasar. Pekerja kasar yang diambilkan dari penduduk sekitarnya ini, akhirnya mempunyai pengetahuan cara bertanam apel dan tanaman hias. B.H. Nurashari selain mendapat pengetahuan dari sini juga dia belajar di Bandung selama 6 bulan. Pengetahuannya ini dipraktekkan di lahan pertaniaannya dan ditular-tularkan pada tetangganya. Deskripsi : B.H. Nurashari, setelah mendapat pengetahuan dari insinyur-insinyur pertanian pekerja-pekerja tempat peristirahatan Belanda di kota Batu ini, dia juga belajar di sekolah pertanian di Bandung selama 6 bulan. Pengetahuan pertanian tanaman hias dipraktekkan di lahan pertaniannya dan berhasil dengan baik. Kemudian usahanya maju dan mempekerjakan tetangga-tetangganya. Akhirnya tetangga-tetangganya juga dapat mandiri dan usaha di lahan pertaniannya masing-masing. Hingga sekarang lahan pertanian 184 ha yang diusahakan untuk pertanian tanaman hias seluas 150 ha.