Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaSeni Terbang Papat - Kudus, Jawa Tengah
Sejarah: Seni Tradisi Terbang Papat merupakan suatu kesenian yang bernafaskan Islami. Kesenian ini telah ada dan terpelihara di kehidupan masyarakat Kudus, Jawa tengah sejak dulu jauh sebelum kemerdekaan, yaitu sejak tahun 1936. Pada waktu dulu kesenian ini sangat eksis di keseharian masyarakat Kudus. Namun kini aktivitas kesenian tradisi Terbang Papat menurun di kalangan generasi muda. Sehingga kesenian ini hanya didominasi oleh generasi tua. Oleh karena itu agar kesenian ini tidak punah maka munculah gagasan dibentukanya Forum Komunikasi Terbang Papat oleh Pengurus Masjid Agung Kudus. Forum Komunikasi Terbang Papat diketuai oleh Kholid Seif, dengan tujuan untuk melestarikan Kesenian tradisi Terbang Papat. Forum Komunikasi Terbang Papat menjadi wadah dari grop Terbang Papat yang ada di pedesaan di Kabupaten Kudus. Diskripsi: Terbang Papat merupakan suatu kesenian yang yang bernafaskan Islami yang sudah lama ada dan terpelihara di Kota Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Di Kudus hampir seluruh kecamatan mempunyai kelompok atau grup kesenian Terbang Papat . Terbang Papat biasanya dipentaskan pada acara hajatan perkawinan, puputan , khitanan dan juga menjadi salah satu rangkaian acara pada upacara Buka Luwur Kanjeng Sunana Kudus. Terbang Papat dilengkapi dengan satu buah jidur dan empat buah rebana yang terdiri dari Kemplong, Telon, Salahan dan Lajer. Instrumen music Terbang Papat sangat unik karena instrumen terbang (ketipung) berbeda dengan terbang yang biasa digunakan dalam grup rebana. Terbang papat menggunakan terbang dengan ukuran yang lebih besar yaitu berdiameter 37-42 cm. Terbang kemplong dan telon mempunyai peran penting sebagai pengendali irama, sedangkan salahan dan Lajer lebih berfungsi sebagai pemanis nada atau variasi suara. Cara penabuhan biasanya menggunakan pola ketukan, yaitu ketukan enam dan ketukan empat dengan tabuhan jidur di sela setiap ketukan. Ciri khas Terbang Papat adalah pada lagu atau irama melantunkannya serta alat yang benar-benar murrni rebana, tanpa ada penambahan alat music lainnya. Keunikan lainnnya dari terbang Papat adalah selain menabuh rebana atau terbang, para penabuh juga harus bisa melantunkan lagu-lagu. Adapun lagu yang dilantunkan pada iringanTerbang Papat adalah berasal dari Kitab Majmu’ah Syarifil Anam, sebanyak lima belas lagu. Jika semua lagu dilnyanyikan secara utuh, maka setidaknya membutuhkan waktu selama tiga jam. Fungsi dari Kesenian Terbang Papat adalah selain sebagai hiburan juga sabagai media dakwah, karena dalam terbang papat terdapat bacaan-bacaan maulidurrasul Nabi Muhammad SAW dengan diiringi musik tradisi.