Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara Adat Sedhekah Punthuk Setumbu - Magelang, Jawa Tengah
Sejarah: Asal mula Upacara Adat Sedekah Punthuk Setumbu sampai saat ini tidak diketahui secara pasti, namun tradisi yang digelar oleh warga masyarakat pendukungnya di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, kabuapten Magelang ini ada sejak jaman nenek moyangnya bahkan ada yang mengatakan bahwa tradisi ini telah dilaksanakan 180 tahun yang lalu. Diselenggarakan oleh masyarakat secara turun temurun setiap mangsa kapat dalam perhitungan kalender Jawa. Tujuan dari upacara adat ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat Desa Karangrejo kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rakhmat yang telah DilimpahkanNya, dan juga sebagai permohonan keselamatan, ketenteraman serta keberhasilan dalam kehidupan ini. Melalui upacara adat ini para pendukungnya berusaha untuk melestarikan lingkungan alam mereka karena telah memberi keselarasan dalam kehidupnnya. Deskripsi: Upacara Adat Sedekah Punthuk Setumbu dilaksanakan setiap tahun sekali dengan perhitungan kalender Jawa yang jatuh pada bulan Dulkaidah. Pada hari puncak upacara ratusan warga Karangrejo, baik laki-laki maupun perempuan, berpakaian adat Jawa. Mereka mengikuti kirab tahunan di lapangan desa itu. Berbagai kekayaan dan potensi desa, berupa hasil bumi dan kesenian rakyat, diarak menuju Punthuk Setumbu, sebuah bukit di Pegunungan Menoreh, wilayah Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Setiap warga yang mengikuti jalannya upacara adat berkalungkan ketupat dan mengarak beberapa ekor kambing. Mereka berjalan beriringan sambil mengusung tandu yang di atasnya berisi tumpeng nasi kuning berikut lauk lauknya serta hasil bumi. Sampai di Punthuk Setumbu warga melaksanakan ritual sedekah bumi. Tradisi turun-temurun ini dilaksanakan masyarakat, antara lain ditandai dengan pembersihan sampah dan rumput liar di Bukit Punthuk Setumbu, penanaman bibit pohon, dan membersihkan mata air. Tradisi Sedekah Punthuk Setumbu merupakan upaya kultural masyarakat kawasan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dalam melestarikan lingkungan alam. Setelah upacara di bukit Punthuk Setumbu selesai maka dilanjutkan dengan pergelaran Kubro Siswo dan kesenian tradisional lainnya sampai sore hari.