Sejarah :
Tari Bedaya
Ada dua Bedaya yang dianggap keramat, yaitu Bedaya Ketawang dari Surakarta dan Bedaya Pemang dari Yogyakarta. Bedaya Pemang merupakan gubahan Sri Sultan HB I pada tahun 1792. mengenai isinya sama dengan Bedaya Ketawang, yaitu menggambarkan hubungan sakral antara Sultan Agung Hanyokrokusuma dengan Ratu Kidul.
Deskripsi :
Tari Bedaya
Tari Bedaya adalah termasuk tarian yang dianggap sakral. Tari Bedaya ini sudah tua sekali usianya dan sudah ada sejak sebelum kerajaan Mataram pecah. Pada zaman Mataram tari Bedaya bertugas sebagai pembawa benda-benda upacara kerajaan. Sifat sakral dari tari Bedaya ini mungkin dapat dihubungkan dengan tugasnya sebagai pembawa benda-benda upacara kerajaan yang sangat keramat. Tari Bedaya merupakan sebuah komposisi tari wanita yang terdiri sembilan orang penari wanita. Meskipun demikian di Yogyakarta kesembilan penari Bedaya itu dalam komposisi tarinya mempunyai nama sendiri-sendiri yaitu endel pojok, batok, jangga, dhadha, buntut, apit ngajeng, apit wingking, endel wedalan ngajeng dan endel wedalan wingking. Adapun peranan utama dalam Bedaya itu : batok