Di kisahkan pada pertengahan abad 16 menak sapal sangat prihatin melihat sawah petani selalu kekeringan dan gagal panen. Lalu beliau mengajak masyarakat untuk menaikkan air kali Bagong dengan membuat DAM. Namun kerja keras tersebut selalu gagal karena setiap begitu selesai DAM itu dikerjakan lalu runtuh / ambrol.
Dari wangsit yang diperoleh Menak Sopal, DAM harus diberi tumbal Gajah Putih. Berbagai upaya dengan pemilik Gajah Putih, dilakukan Menak Sopal, yang akhirnya jadilah Gajah Putih sebagai tumbal DAM. Dan mulai itu, bangunan DAM tidak runtuh lagi.
Sebagai ucapan syukur, para petani membuat upacara bersih DAM Bagong dengan mengorbankan seekor kerbau sebagai penganti Gajah Putih. Kegiatan ini diadakan setahun sekali pada bulan Selo (penanggalan Jawa). Upacara ini juga untuk memperingati jasa pemrakasa DAM Bagong, yakni Menak Sopal.