Sejarah :
Masyarakat petani Malang dalam mengolah lahan pertanianya tidak lepas dari ilmu pengetahuan yang mereka warisi turun-temurun. Sekitar tahun 70-an pemerintah mengenalkan teknologi baru dalam pertanian. Walaupun masyarakat menerimanya terutama dalam hal bibit unggul. Namun dalam proses pembajakan sawah mereka tetap mengunakan luku (bukan traktor tangan). Ini artinya pengetahuan tradisioanal mereka masih dijadikan acuan.
Deskripsi :
Pertanian (bertani) adalah pekerjaan yang digeluti sebagian besar mesyarakat Pemalang. Pertanian yang mereka usahakan didaerah mereka bersifat subsisten, tetapi petani sudah barang tentu penghidupanya tidak lepas dari sawah. Agar sawah yang mereka miliki itu dapat membuahkan hasil yang maksimal, maka mereka menumbuh kembangkan berbagai pengetahuan yang berkenaan dengan pengarapan sawah. pengetahuan itu tidak hanya yang kasat mata (fisik), tetapi juga non-fisik (kepercayaan). Berbagai pengetahuan itu masih sangat berperan dalam ilmu persawahan.