Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara Adat Sungkem Tlompak - Magelang, Jawa Tengah
Sejarah: Awal mula diadakan upacara adat Sungkem tlompak karena pada jaman dahulul pada saat Dusun Gejayan mengalami musim paceklik, karena gagal panen pertaniannya, sangat sulit mencari makan, sumber air di dusun tersebut mengering, sehingga banyak warga dusun banyak yang menderita kelaparan dan akhirnya jatuh sakit. Dari kejadian tersebut warga Dusun Gejayan kemudian mengadakan selamatan memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar dusun tersebut terhindar dari malapetaka ataupun bencana. Warga dusun mengadakan selamatan bertempat di sekitar sumber air Tlompak, mereka membawa sesaji kemudian didoakan, setelah doa selesai dipergelarkan kesenian jathilan yang bertujuan sebagai penolak bala. Tradisi ini diadakan setiap tahun sekali yaitu hari hari kelima setelah hari raya Bakda atau Idul Fitri. Tradisi ini sampai sekarang masih dilaksanakan dan dikenal dengan nama upacara adat Sungkem Tlompak Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Diskripsi: Upacara adat Sungkem Tlompak diselenggarakan setiap tahun sekali yaitu pada hari kelima setelah hari raya Bakda atau Idul Fitri, bertempat di sekitar sumber air Tlompak Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, kabupaten Magelang. Tradisi ini dilaksanakan pada masa sekarang bertujuan untuk mengucap rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rakhmat yang telah dilimpahkanNya dan juga sebagai sarana permohonan keselamatan dan keberhasilan dalam bermatapencaharian segenap warga Dusun Gejayan dalam mengarungi kehidupan ini. Selain itu juga sebagai salah satu cara untuk menjaga kelestarian lingkungan alam dengan selalu memelihara mata air Tlompak yang merupakan sumber air bagi warga masyarakat Dusun Gejayan. Pelaksanaan upacara adat Sungkem Tlompak ini melibatkan hampir seluruh warga Dusun Tlompak. Pada hari puncak upacara warga Dusun Gejayan telah siap dengan memakai kostum pakaian adat Jawa, dengan membawa sesaji yang berupa nasi ambeng dan ubarampe-nya. Juga berbagai macam kelompok kesenian tradisional yang ada di dusun tersebut menuju ke sumber air Tlompak berjalan bersama-sama beriringan secara arak-arakan. Sesampainya di sumber air kemudian diadakan selamatan yang dipimpin oleh sesepuh dusun tersebut. Setelah selamatan selesai dilanjutkan dengan pergelaran berbagai macam kesenian tradisional yang berasal dari kelompok-kelompok kesenian yang ada di Dusun Gejayan maupun Desa Banyusidi, seperti: Topeng Ireng, Kobrosiswo, Rodat, Jathilan, dan sebagainya.