Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaHak-Hakan/Merti Dusun - Wonosobo, Jawa Tengah
Sejarah : Konon pada jaman dahulu ada beberapa orang dari kerajaan Mataram lama datang ke desa Tegal Ambo. Salah satu dari mereka kemudian menetap di Dusun Kaliyoso. Oleh karena keadaan geografis dari dusun tersebut di daerah dataran tinggi dan kekurangan air, maka mereka berusaha mendatangkan air dengan cara membendung sebuah sungaiyang ada di dukuh lain. Kesibukan untuk membuat bendungan untuk saluran air itu teryata membuat mereka lupa membuka lahan pertanian khususnya sawah. Tanah yang bisa digunakan untuk sawah sudah habis dibuka oleh warga dari dukuh lain. Sampai kini hak pengunaan air masih dimiliki oleh warga dukuh kaliyoso, tetapi mereka hanya bisa menanam ditanah tegal karena tidak mempunyai sawah. Hal ini selalu mereka peringati dengan upacara tradisional dan tari kolosal Hak-hakan. Deskripsi : Hak-hajan adalah tari kolosal yang diadakan oleh oleh warga masyarakat Kaliyoso khususnya laki-laki dewasa. Sebelum pelaksanaan Hak-Hakan diadakan upacara tradisional terlebih dahulu dan malam sebelumnya (menjelang pelaksanaan) harus ditampilkan sni pertunjukan Tayub. Setelah pertunjukan tayub satu hari penuh warga masyarakat Kaliyoso mengadakan tari kolosal yang diberi nama Hak-Hakan, dari pagi sampai memnjelang Shalat Magrib. Pada malam harinya diadakan pertunjukan wayang semalam suntuk dengan cerita/lakon bebas. Namun pada keesokan harinya masih dilanjutkan dengan pertunjukan wayang kulit dengan lakon khusus Rama Tumbal. Fusi dari gelar budaya ini adalah untuk mengeratkan tali persuadaraan diantara warga Kaliyoso. Selain itu juga berfungsi untuk pelestarian budaya local yang sudah ada sejak nenek moyang mereka.