Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Makanan Tradisional "Kue Khamir" |
Sejarah :
Menurut cerita, kue ini dahulu diperkenalkan kali pertama oleh orang dari bangsa Arab kepada orang Pemalang yang lalu diajari pula cara membuatnya. Sehingga kini kamir menjadi makanan khas Pemalang yang sangat dikenal.
Asal muasal nama kue kamir sendiri tak banyak yang mengetahuinya. Ada yang mengatakan nama “kamir” diambil dari bahasa Arab yang berarti ragi, ada pula yang pertama kali memperkenalkan kue tersebut. Pembuatan kue kamir sendiri tidaklah sulit bahkan bisa dibilang sederhana.
Namanya dia tidak ingat karena sudah puluhan tahun lalu. Nama kamir itu sendiri tidak jelas berasal dari nama apa. Apakah berasal dari kata khamer (bahasa Arab) yang berarti memabukkan. Atau dari nama orang keturunan Arab itu sendiri. Yang jelas kini kue itu sudah memasyarakat di Pemalang. Anehnya, kini meskipun di Kelurahan Mulyoharjo banyak keluarga keturunan Arab tidak ada yang membuat kue itu. Mungkin mereka rela sudah diwariskan kepada warga asli dan menjadi makanan khas.
Konon penganan yang satu ini berasal dari Arab. Di Indonesia sendiri kue kamir dibuat oleh seorang warga Arab yang tinggal di Kelurahan Mulyoharjo, Pemalang yang juga dikenal sebagai Kampung Arab. Dinamakan demikian sebab di kampung ini banyak ditinggali warga keturunan Arab. Hingga akhirnya sekarang kue kamir dikenal sebagai kue khas dari Pemalang.
Deskripsi :
Bentuknya bulat menyerupai kue apem Comal tetapi sedikit lebih tebal. Sedangkan ukurannya bervariasi. Yang terbesar sampai sebesar lingkaran piring makan. Sedangkan terkecil sebesar lingkaran mangkok. Ukuran-ukuran itu tergantung pemesannya. Bahkan dalam suatu acara di Pemalang pernah akan dibuat kamir seukuran raksasa tapi gagal dikarenakan tidak matang.
Ada dua jenis kamir yang biasa dibuat warga Pemalang yaitu kue kamir beras dan kue kamir yang terbuat dari terigu. Khamir terigu terbuat dari campuran tepung terigu, mentega, ragi dan gula. Namun adonannya harus diinapkan dulu semalam hingga mengembang sempurna. Sedang khamir beras terbuat dari tepung beras, santan, dan gula.
Kue itu terbuat dari adonan terigu, mentega, pisang ambon, tape dan telor. Adonan tersebut dituangkan dalam cetakan yang sudah dipanaskan dengan kompor minyak. Setelah matang baru dihidangkan.
Pembuatan kue kamir tergolong mudah. Tetapi tidak semua orang bisa membuat kamir dengan rasa yang enak. Sebab bahan campurannya seperti pisang dan tape tentu akan terasa lain. Kue kamir yang bagus seperti buatan Khalifah, rasa bahan campuran itu sudah tak terasa lagi di lidah. Tetapi berubah rasa kue yang khas. Daya tahan kue kamir relatif lama karena bisa dihangatkan lagi. Sehingga cocok untuk oleh-oleh bila bepergian jauh.