Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Umbul Mbambung |
Sejarah :
Umbul adalah gambar wayang berbentuk empat persegi panjang yang dibeli secara lembaran. Dalam satu lembar terdapat 30 buah umbul. Pada waktu itu harganya sangat mahal untuk ukuran anak kecil. Karena sebagian anak kecil di Malang saat itu sangat melarat, maka merekapun tidak kehabisan akal. Dibuatlah umbul sendiri yang tidak makan biaya apapun sebab bahan untuk membuat umbul itu hanyalah dari bekas bungkus rokok yang bisa ditemui di jalanan. Pada waktu itu wong mbambung di Malang sangat banyak salah satu mata pencahariannya adalah mencari putung rokok (orang Malang menyebut othis). Jika menemukan othis rokok kretek, mereka sangat senang, namun kalau menemukan othisnya rokok putih yang berupa filter, mereka sangat kecewa. Jadi di sebut umbul mbambung karena identik dengan pekerjaan wong mbambung yang memunguti othis tersebut.
Cara membuatnya bungkus rokok dibuka dan dijereng (dibuka) biar rata. Kemudian diratakan menggunakan tutup botol kecap atau sirup yang biasa disebut kempyeng, selanjutnya kempyeng ini di pukuli menggunakan batu pada bagian pinggirnya hingga njeber (rata atau memipih), rapi dan tidak bergerigi lagi. Bungkus rokok yang sudah dijereng tadi ditaruh diatas kempyeng, kemudian pinggirannya digosok menggunakan kreweng (pecahan genteng). Dari hasil gosokan kreweng pada bungkus rokok yang diletakkan di atas kempyeng, maka akan terciptalah gambar bungkus rokok yang berbentuk bulatan-bulatan. Inilah yang disebut umbul mbambung.
Deskripsi :
Umbul mbambung merupakan permainan/dolanan yang dimainkan oleh anak laki-laki saja. Cara memainkann sama seperti memainkan umbul wayang. Misalnya si A mempunyai 2 lembar gaco gambar rokok kansas, sementara si B mempunyai 2 lembar gaco gambar rokok Aida. Maka keempat lembar gaco itu dilempar ke udara. Begitu sampai di tanah, akan terlihat gambar itu melumah (terlentang) atau murep (tengkurap). Kalau mlumah maka si A akan berteriak lantas "ji" "ro", maksudnya siji,loro, mlumah kabeh. Gambar yang murep dianggap kalah dan harus membayar berapa lembar pada lawannya. Bisa juga gaco si A dan gaco si B sama. Artinya sama-sama mlumah atau sama sama murep, maka permainan itu dianggap seri tidak ada yang kalah. Demikian seterusnya.