Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Punden Mbah Tugu |
Sejarah :
Berdirinya Kota Malang berkat babad alas para cikal bakal Kota Malang yang cukup banyak . Mereka ini diberi tetenger atau punden .
Punden Mbah Tugu adalah tiga buah batas yang pertama bentuknya seperti meja, yang kedua seperti tempat peci dan yang ketiga seperti rumah. Karena punden ini berupa batu dan ditunggui oleh orang yang sudah tua maka disebut Punden Mbah Tugu.
Dulu ketiga batu ini letaknya di kawasan Sekolah Kesusteran Ursulin (sekarang Corjesu). Kini kawasan biara ini mau dibangun oleh Belanda maka batu itu dipindahkan. Tapi ternyata batu itu susah dipindahkan, kemudian ada orang pintar yang bisa memindahkan, di tempat sekarang punden berada, atas permintaan batu itu sendiri.
Punden ini sering digunakan untuk tempat Upacara Bersih Desa. Bahkan kadang didatangi orang-orang dengan meletakkan bunga dan kemenyan.
Deskripsi :
Punden Mbah Tugu merupakan tempat pelaksanaan Upacara bersih Desa. Tujuannya untuk mohon pada Tuhan agar luput dari mara bahaya dan diberikan banyak rejeki. Upacara ini dilakukan oleh semua orang yang tinggal di kawasan itu dengan membawa makanan, jajanan pasar, buah-buahan, kembang dan kemenyan, kemudian di letakkan di halaman punden.
Ibu Lurah membawa tumpeng yang juga diletakkan di halaman punden. Setelah perlengkapan upacara lengkap semua, masyarakat menggelar tikar untuk mengikuti upacara dengan membuat lingkaran mengepung sesaji-sesaji tersebut.
Kemudian dilakukan pembacaan doa yang dipimpin oleh penunggu punden, memohon pada Tuhan untuk selalu diberikan keselamatan dan kesejahteraan/banyak rejeki.