Sejarah :
Di Idjen Boulevard banyak tanaman palem raja. Pohon-pohon ini sudah puluhan tahun tumbuh di jalan itu dan yang menanam adalah Belanda. Daun-daun pohon palem dan pelepahnya kalau sudah kering akan jatuh dengan sendirinya. Pelepah daun palem yang sudah jatuh ini kemudian diambil oleh anak-anak, kemudian dijadikan permainan oleh anak-anak secara beramai-ramai.
Karena pada waktu itu Idjen Boulevard masih sepi, sehingga anak-anak bisa bermain-main dengan leluasa tidak takut akan adanya kendaraan yang melintas di jalan itu.
Oleh anak-anak permainan ini dinamakan porotan.
Deskripsi :
Di Idjen Boulovard, yang ditumbuhi pohon palem belasan anak-anak kecil dengan kerap cemas menanti jatuhnya pelepah daun palem tersebut. Begitu pelepah daun palem jatuh, merekapun bersorak kegirangan. Setelah terkumpul beberapa pelepah daun palem, anak-anakpun berpasang-pasangan, yang satu sebagai penarik dan satunya lagi duduk di pangkal pelepah daun itu.
Mereka inipun kemudian bermain seperti pertandingan karapan sapi atau balapan kuda, anak anak inipun berlomba adu cepat. Suara pelepah daun palem yang ada penumpangnya beradu dengan kerasnya aspal, sungguh memekakkan telinga karena berbunyi sreeeeet!! Anak-anakpun bersorak sorai kegirangan memberi semangat pada jagoannya. Apalagi kalau jagoannya menjadi juara dalam balapan pelepah daun palem itu, mereka akan tambah bersemangat.