Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Pesugihan Gunung Kawi - Malang, Jawa Timur |
Sejarah :
Mbah Jugo dan Mbah Imam Sujono merupakan dua orang pengikut pangeran Diponegoro. Saat P. Diponegoro berhasil ditangkap oleh Belanda, mereka berdua melarikan diri sampai ke Malang. Kala itu Malang masih masuk wilayah Karesidenan Pasuruan.
Konon jumlah pengikut Pangeran Diponegoro yang lari ke Malang ada 75 orang, namun yang menonjol hanya mbah Jugo dan mbah Imam Sujono. Ketika tiba di wilayah Malang, sisa-sisa pengikut Pangeran Diponegoro tidak melanjutkan perlawanan terhadap kompeni tetapi mereka lebih suka untuk memberikan keteladanan hidup yang terpuji pada rakyat pribumi. Di samping itu mereka pun menyiarkan agama Islam.
Sampai hari tuanya dan meninggalnya, kedua orang ini dimakamkan di tempat ini. Karena keteladanannya, kedua orang ini sering diziarahi.
Deskripsi :
Di Desa Wonosari Kabupaten Malang terdapat sebuah Desa Wisata Ritual, luas desa + 1.203.334 ha, terhampar di lereng selatan Gunung Kawi dengan ketinggian + 800 m dari permukaan laut, temperaturnya + 28-30o C.
Di desa ini ada makam-makam keramat yaitu makam Mbah Jugo dan Mbah Imam Sujono. Kedua makam ini dikeramatkan sejak seabad lebih. Di samping keberadaan kedua makam tersebut, Desa Wonosari juga memiliki hamparan panorama alam pegunungan yang sangat menawan.
Pada malam Jumat Legi banyak orang yang pergi ke Gunung Kawi untuk berziarah ke kedua makam tersebut terutama orang Tionghoa. Tujuan utama dari ziarah yaitu untuk ngalab berkah, mencari keberuntungan di bidang bisnis, kesehatan, pertanian, jodoh dan lain-lain.