Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaCikar Glodag
Sejarah : Tempo dulu, pernah ada alat transportasi yang di mulut penduduk kota Malang disebut dengan cikar glodag. Dikatakan demikian lantaran bunyi rodanya jika beradu dengan kerasnya jalan berbunyi glodag.... glodag...glodag. Karena roda cikar itu terbuat dari kayu pilihan yang sangat keras dan kuat, dan dilapisi dengan plat besi. Waktu itu di kota Malang belum ada prakoto atau truk maka orang-orang desa pinggiran kota Malang yang kreatif menciptakan alat transportasi cikar glodag. Berpuluh-puluh tahun lamanya cikar glodag ini melayani kebutuhan masyarakat Malang. Sampai akhirnya kehadiran cikar itupun diganti oleh cikar yang lain yaitu yaitu cikar ban. Karena rodanya menggunakan ban karet yang empuk. Deskripsi : Cikar glodag merupakan transportasi masyarakat Malang pada masa lalu, yang tidak digunakan untuk mengangkut orang, tetapi untuk mengangkut batu bata, bambu yang masih lonjoran, jagung, kacang kedelai dan tebu. Karena body cikar ini sempit, maka muatannya tidak bisa banyak. Cikar glodag ini terbuat dari kayu, diameter rodanya cukup besar untuk ukuran sebuah roda, karena tingginya dibuat setinggi bodynya. Roda ini kemudian dilapisi dengan plat besi. Cikar glodag ini ditarik dua ekor lembu perkasa. Sapi-sapi itu biasanya diberi kalung berupa klunthungan yang dibuat dari tembaga. Maka ketika sapi-sapi itu berjalan, disamping terdengar suara pating glodag, juga terdengar suara klunthung..... klunthung...... klunthung. Sesekali kusirnya melecitkan cemetinya agar sapinya berjalan lebih cepat lagi. Sapi penarik cikar ini tidak makan rumput, tetapi makanannya batang dan daun pohon jagung.