Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaEkonomi Tradisi Usaha Kopi Bubuk /Budidaya Menanam Kopi
Sejarah : Kabupaten Temanggung merupakan salah satu sentra tanaman kopi dan penghasil kopi di Jawa Tengah. Daerah tanaman kopi bubuk terdapat di Kecamatan Candiroto, Kandangan, Bejen, jumo, dan Wonoboyo. Musim panen kopi biasanya bulan Juni, Juli, dan Agustus. Sebagian besar petani kopi lebih senang menjual dalam bentuk biji utuh yang masih berkulit. Kurangnya minat para petani untuk menjual hasilnya dalam bentuk kopi bubuk karena penjualan yang masih dalam bentuk biji lebih mudah dan langsung mendapat uang. Untuk membuat kopi bubuk membutuhkan modal dan keahlian. Sebenarnya kopi yang berkwalitas baik adalah yang ketika dipanen kulitnya sudah berwarna merah. Namun, ada beberapa petani yang terpaksa memanen kopinya pada waktu kulitnya masih berwarna hijau. Hal ini akan mempengaruhi rendahnya kwalitas serta rasanya apabila dibuat minuman. Bagi masyarakat Temanggung yang tinggal di dataran tinggi yang berhawa dingin biasanya gemar minum kopi. Deskripsi : Ibnu Prayitno salah seorang petani kopi asal Desa Mento wilayah Kecamatan Candiroto sejak tahun 2002 mulai menekuni pembuatan kopi bubuk. Dalam usahanya ini ia pernah mendapat sertifikat dalam Uji Cita Rasa Kopi dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Mulai tahun 2005 ia terus mengembangkan kopi bubuk yang memiliki cita rasa khas. Selanjutnya Ibnu Prayitno bergabung dengan 10 warga Mento membentuk "Kelompok Tani Akur II". Kelompok ini berhasil memprodksi kopi bubuk kemasan dengan merk kopi bubuk "Robusta". Berkat keuletannya Kelompok Tani Akur II dalam waktu sehari dapat memproduksi 12 kg bubuk kopi. Dari jumlah hasil 12 kg tersebut sebagian dipacking dengan kemasan 200 gram dengan merk Robusta dan sebagian lain dijual dalam bentuk kemasan plastik. Proses pembuatan kopi yang dilakukan Kelompok Tani Akur II adalah sebagai berikut : Kebutuhan bahan baku kopi bubuk sebagian besar membeli dari petani dalam bentuk masih ada kulitnya. Mula-mula kopi tersebut dijemur. Pada waktu menjemur sekali-kali dibalik agar keringnya merata. Kopi yang sudah hampir kering biasanya kulitnya mengelupas sendiri sehingga mudah memisahkannya. Sesudah itu lalu disortir, dengan cara merendam dalam air. Biji kopi yang tenggelam adalah biji yang kerkwalitas baik sedang yang mengambang adalah biji yang berkwalitas jelek. Kopi yang berkwalitas baik lalu dijemur lagi hingga kering betul. Untuk mendapatkan kopi bubuk yang baik dan enak ditentukan beberapa faktor yaitu : Pertama, pada waktu di panen diusahakan buah kopi sudah masak yang ditandai warna kulitnya merah; Kedua, cara menyimpan biji kopi kering harus sesuai dengan ketentuan; Ketiga, cara mengolah biji kopi harus benar sebab cara pengolahan dapat menentukan rasa kopi bubuk.