Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Sedekah Sendang Dewot dan Sendang Gading Desa Wonosoco - Kudus, Jawa Tengah |
Sejarah:
Upacara Sedekah Sumber Sendang Dewot dan Sendang Gading Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah dilakukan oleh masyarakat secara turun temurun setiap tahun sekali yaitu pada hari Jum.at Wage Labuh. Namun pelaksanaannya diubah pada setiap bulan Juli. Upacara tersebut dilaksakan berkaitan dengan Mbah Danyang Korijah yang dupercaya sebagai yang mbaurekso Sendang Dewot dan Mbah Danyang Suminah yang mbaurekso Sendang Gading / kembar. Masyarakat Desa Wonosoco meyakini dengan melaksanakan Upacara Sedekah Sumber di samping kondisi sendang dalam keadaan bersih, sumber air lancar, hasil panen melimpah, masyarakat makmur, mendapatkan barokah dan keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa. Akan tetapi sebaliknya apabila masyarakat tidak melaksanakannya maka akan mendapatkam musibah atau malapetaka.
Diskripsi:
Upacara Sedekah Sumber Sendang Dewot dan Sendang Gading merupakan tradisi ritual yang masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Wonosoco Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Upacara ini secara turun temurun dilaksanaka setiap tahun sekali yaitu pada hari Jum”at Wage, Minggu Labuh yang kemudian diubah menjadi bulan Juli.
Maksud dan tujuan dilaksanakan Upacara Sedekah Sumber agar sendang selalu dalam keadaan bersih, sumber air lancar, hasil panen melimpah, masyarakat makmur, mendapatkan barokah dan keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Adapun prosesi upacara sedekah sumber yaitu pada hari Jum’at Wage masyarakat Desa Wonosoco khusus laki-laki berkumpul di halaman Sendang Dewot untuk menyembelih kerbau dan kambing. Kemudian dagingnya dimasak, kepala dan kakinya dipergunakan untuk sesaji. Kepala kambing ditanam di halaman Sendang Dewot, kakinya ditanam di perempatan dan pertigaan jalan. Pada sore harinya masyarakat berkumpul di Sendang Dewot dengan membawa nasi. Kemudian dilaksanakan upacara Sedekah Sumberdengan ubarampe nasi dan daging kambing yang dipersembahkan kepada Mbah Danyang Korijah yang mbaurekso Sendang Dewot dan Mbah Danyang Suminah yang mbaurekso Sendang Gading / kembar. Setelah upacara selesai nasi dan daging kambing dimakan bersama-sama. Pada hari Sabtu Kliwon diselenggarakan Pagelaran Wayang Klitik bertempat di sebelah timur kali dan pada hari Minggu Legi Pagelaran Wayang Klitik dipindah di Sendang Gading yang terletak di sebelah utara Sendang Dewot.
Dalam pergelaran Wayang Klitik tersebut cerita atau lakon yang diangkat saat pagelaran Wayang Klitik di Sendang Dewot ceritanya bebas sedangkan di Sendang Gading mengambil cerita tentang pembangunan Masjid Suwargo Bandang.
Air dari Sumber Sendang Dewot dipercaya mempunyai khasiat untuk menyembuhkan orang sakit dan juga dipercaya bisa membuat awet muda.
Makna yang dapat diambil dari Upacara Sedekah Sumber Sendang Dewot dan Sendang Gading Desa Wonosoco yaitu adanya kebersamaan, kegotongroyongan dan juga adanya sifat manusia yang harus menghargai alam sekitanya agar selalu terjaga keseimbangan antara manusia dengan alamnya. Dan yang paling penting dengan Upacara tersebut, masyarakat selalu diingatkan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan selalu berharap untuk mendapat berkah dan keselamatanNya.