Sejarah:
Kobra Siswo adalah kesenian tradisional khas Kabupaten Magelang yang berlatarbelakang penyebaran agama Islam. Kubro mempunyai makna besar sedangkan siswo mempunyai makna murid. Jadi Kobrosiswo mengandung makna murid-murid Tuhan yang di implementasikan dalam pertujukan selalu menjujung kebesaran Tuhan juga Nabi Muhamad sebagai utusan Allah dalam agama Islam. Kobrosiswo merupakan cerita rakyat yang berbentuk tarian seperti murid-murid sedang bergerak jalan konon berasal dari murid-murid Pangeran Diponegoro yang berjuang melawan Belanda yang bergerilya di perbukitan menoreh. Bukit Menoreh sendiri sekarang diabadikan sebagai nama desa di wilayah Kecamatan Salaman Magelang. Sampai saat ini asal-mula kapan kesenian Kobrosiswo ini ada tidak diketahui dengan pasti, namun kesenian ini sampai saat ini masih bertahan di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Deskripsi:
Pada pergelaran kesenian Kobrosiswo penarinya terdiri dari 12- 20 orang dan semua penarinya adalah laki-laki. Diringi musik perkusi bende kadang juga seruling dan Bedhug. Selain itu juga diiringi oleh 2 – 3 orang penyanyi laki-laki. Penyanyi memakai kostum yang identik dengan seragam Angkatan Laut lengkap dengan pangkat yang ada di lengannya. Penyanyi ini juga berfungsi mengatur barisan para penari tersebut. Selain itu penyanyi memberikan aba-aba dimulainya dan diakhirinya pergelaran dengan meniupkan peluit.