Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKuda Lumping
Sebelum diadadakan pertunjukan kuda lumping biasanya akan melakukan ritual terlebih dahulu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam permainan Kuda Lumping harus ada pimpinan supranatural yang mengatur dan mengembalikan seperti keadaan semula pemain-pemain yang mengalami kesurupan. Acara kesurupan akan terjadi pada saat bunyi cambukan terakhir dibunyikan. Kemudian pada saat akan dilaksanakan pertunjukan semua pemain harus dalam keadaan sehat. Di berbagai daerah Kuda Lumping dikenal dengan nama yang berbeda-beda dan gerakan tarian serta musik yang berbeda-beda. Namun intinya hanya satu, yaitu jenis tarian yang menggunakan kuda-kudaan. Di daerah Kebumen Jenis tarian dan musik masih sama dengan apa yang di ajarkan oleh generasi-generasi terdahulu. Hanya saja atraksi yang membahayakan seperti dibacok dengan pedang,dibakar, dan ditombak seperti jaman dahulu dihilangkan karena takut di tiru oleh anak-anak . 2. Jumlah permainan pada Tari Kuda Lumping dari Kebumen berjumlah 21 ( dua puluh satu ) orang , dan satu dintaranya menjadi pemimpin gerakan sekaligus menjadi pemegang cambuk yang menandakan pergantian jenis gerakan. 3. Dalam sekali permainan akan main dua kali yaitu pada siang hari dan pada malam hari. Nama dari permainan kuda lumping dari Kebumen ini adalah “ Bina Raga Sri Kumolo” Nama ini sudah turun temurun dari awal terbentuknya leluhur Kami yaitu pada tahun 1965.Setiap malam minggu bagi masyarakat yang berminat akan melakukan latihan secara gratis. Dan bagi peserta latihan yang berbakat akan tampil pada saat ada acara pertunjukan.