Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Seni Barongan Kudus - Kudus, Jawa Tengah |
Sejarah:
Seni Barongan Kudus merupakan seni pertunjukan yang hingga kini masih sering dipentaskan di Kudus. Mengenai sejarah tentang asal usul seni Barongan Kudus sampai saat ini belum dapat diketahui secara pasti. Namun menurut legenda atau cerita rakyat masyarakat Kudus menceritakan bahwa konon seni Barongan Kudus sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu yaitu pada jaman perkembangan Islam di Kudus. Diceritakan pula bahwa Seni Barongan Kudus diciptakan oleh Ki Gedhe Loram yang dibantu dan lanjutkan oleh Ki Gedhe Getas untuk sarana dakwah dan hiburan rakyat.
Diskripsi:
Seni Barongan Kudus merupakan salah satu seni pertunjukan yang ada di Kudus, Jawa Tengah yang hingga kini masih sering dipentaskan. Barongan berasal dari kata dasar barong atau yang artinya besar, bisa juga berasal dari kata baro-baro yang berarti dampyak-dampyak, bebarengan, bersama-sama, beriring-iringan, berarak-arakan di sepanjang jalan. Barongan merupakan symbol atau gambaran si Raja Hutan yang besar, Singo Barong atau macan Gembong.
Seni Barongan Kudus berfungsi sebagai upacara adat ruwatan di antaranya untuk upacara kelahiran anak, upacara ruwatan naas dan juga sebagai penangkal wabah atau pagebluk. Selain itu Seni Barong Kudus berfungsi tontonan/tuntunan, dan juga berfungsi sebagai pendidikan/penerangan dan hiburan.
Peralatan yang digunakan pada saat pementasan Seni Barongan Kudus adalah musik pengiring yang terdiri dari kendhang, slompret, kempul, bonang, saron, demung, gong, kenthongan. Sedangkan peralatan tarian Barongan terdiri dari barongan, topeng penthul dan tembem, topeng bondhetan, topeng celengan, topeng gendruwon kembar, kepala pedhawangan pria dan wanita, jaran kepang, pedhang panjang, clurit atau arit.
Kostum atau busana yang dipakai oleh pemain seni Barongan Kudus terdiri dari bermacam-macam jenis tergantung peran masing-masing pemaian. Pemain barongan memakai memakai celana komprang berwarna, kaos dan ikat kepala.
Pemain penthul memakai iket gelap dan bertopeng, celana komprang berwarna hitam dan berbenting sarung yang diikat sampur berwarna. Pemain silat tangan kosong memakai celana komprang, memakai kaos seragam sesuai dengan timnya dan berikat kepala (udheng-udheng) pinggang diikat sampur berwarna.Pemain jaran kepang mamakai pakaian berwarna-warni dengan make-up yang menarik atau menyolok dan di atas kepala bertengger jamangan model orang. Dalam permainan jaran kepang ada yang memimpin dengan berpakaian warok dan membawa pecut dan cemeti.
Jumlah pemain pada Pementasan Seni Baraongan Kudus minimal 18 orang dan maksimal 25 orang, terdiri dari 7 orang pengrawit dan sisanya sebagai penari dan atraksi.
Pada pementasan Seni Barongan diawali dengan pra pementasan yang dimulai dengan upacara selamatan, dipimpin oleh sesepuh atau salah satu anggota yang dituakan, biasanya dipimpin oleh pemeran Penthul. Sesaji yang disediakan berupa jajan pasar dilengkapi dengan kembang sawahan, ingkung ayam dan nasi jumbangan dan padupan. Upacara selamatan dilakukan dengan tujuan agar dalam melaksanakan pertunjukan tidak ada gangguan magis dan ilmu hitam selama pementasan. Sedangkan urutan pelaksanaan pementasan yaitu gending talu, tarian barongan tahap pertama, demonstrasi seni pencak silat, tari jaran kepang dan atraksi pencak silat.tari Barongan, penyajian cerita dan penyampaian keperluan hajat, dilanjutkan dengan demonstrasi ketangkasan akrobatik, tarian Barongan tahap ke tiga.
Tempat pelaksanaan pementasan Seni Barongan Kudus dibutuhkan tempat yang luas, seperti halaman atau lapangan. Waktu pementasan biasanya dilaksanakan pada siang hari, tapi ada juga yang pentas pada malam hari atau sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan lama pertunjukan kurang lebih 8 jam, namun demikian ada juga yang mementaskan hanya beberapa jam saja sesuai dengan kebutuhan.