Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaSanggar Seni Puring Sari - Kudus, Jawa Tengah
Sejarah : Sanggar Seni Puring Sari yang beralamat di di Jalan Bubutan No 208 Desa Barongan Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berdiri pada tahun 1980. Sebagai pendiri dan sekaligus pengelola serta pelatih tari Sanggar Puring Sari adalah Ibu Endang Tony Supriyadi dan suaminya Bapak Supriyadi. Sanggar Seni Puring Sari mengajarkan tarian klasik. Di sanggar ini telah menyetak penari-penar berbakat yang telah Berhasil menyabet gelar, baik di tingkat lokal maupun internasional. Deskripsi : Sanggar Seni Puring Sari yang beralamat di Jalan Bubutan No 208, Barongan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berdiri sejak tahun 1980. Sebagai pendiri dan sekaligus pengelola serta pelatih Sanggar Puring Sari bernama Ibu Endang Tony Supriyadi serta suaminya Bapak Supriyadi. Ibu Endang merupakan pencipta Tari Kretek yaitu tari khas Kudus. Sanggar ini mengajarkan tarian klasik yang pada saat sekarang ini dianggap tidak “ngepop” lagi. Di Sanggar ini telah banyak memunculkan penari-penari berbakat yang telah berhasil menyabet gelar, baik di tingkat lokal maupun di tingkat internasional. Salah satu piala yang sangat membanggakan bagi Indonesia diraih oleh sanggar tersebut adalah ketika anak didiknya menjuarai Festival Tari Internasional yang digelar di Nusa Dua Bali pada tahun 2000 sebagai Best Perform. Piala-piala lain yang didapat sudah tak terhitung lagi jumlahnya. Hingga rumah yang sekaligus menjadi sanggar tersebut penuh dengan piala, bahkan sampai berjejal di halaman rumah. . Menurut sang pemilik, Endang Tonny Supriyadi yang juga sebagai pelatih utama mengungkapkan keberhasilannya dalam mendidik anak untuk menjadi penari memang sangat sulit dan harus memiliki kesabaran. Bakat-bakat unggulan yang diperoleh bukan muncul begitu saja, namun Ia bentuk dari nol hingga mampu menari bak penari professional. Anggota Sanggar Seni Puring Sari mulai dari play grup hingga remaja tingkat SMA. Mereka belajar tari klasik daerah mulai dari Jawa Jogjakartanan dan Surakartanan hingga berbagai daerah di Indonesia. Untuk Daerah Jawa mereka Ia ajarkan tari gambyong, tari kretek dan tari panen raya. Sehingga sanggar ini memang betul-betul mendidik penari sejak kecil. Sanggar Seni Puring Sari selalu menjadi andalan di berbagai kejuaraan tari. Di setiap perlombaan Sanggar ini diminta untuk mewakili Kudus. Sehingga Ibu Endang sebagai pelatih harus selalu siap untuk menyiapkan anak didiknya untuk selalu siap apabila sewaktu-waktu tampil di ajang perlombaan. Ibu Endang optimis dapat meneruskan perjuangan untuk nguri-nguri kebudayaan leluhur.. Dalam menjalankan usahanya tersebut Ia dibantu beberapa asisten, mereka membantunya untuk berbagai jenis tarian klasik daerah. Jika latihan biasa, para asisiten yang mewakili Ibu Endang untuk melatih anak-anak, namun jika ada kejuaraan atau even khusus Endang sendiri yang akan melatih. Latihan rutin dilaksanakan tiga kali seminggu, mulai pukul 14.00 hingga pukul 19.00.