Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Sate Kerbau Kudus - Kudus, Jawa Tengah |
Sejarah:
Kota Kudus mempunyai berbagai macam kuliner khas Kudus. Salah satunya kuliner khas Kudus yang jarang ditemui di daerah lain yaitu sate kerbau. Mengenai sejak kapan munculnya sate kerbau di Kota Kudus tidak dapat diketahui dengan pasti. Namun mengapa kuliner yang ada di Kudus mengunakan daging kerbau, hal ini menurut cerita bahwa pada masa perkembangan Islam di Kudus, Sunan Kudus sangat menghormati pemeluk agama Hindu. Bagi pemeluk Hindu, lembu merupakan hewan yang di anggap suci. Sehingga sebagai bentuk toleransi beragama di Kudus maka Sunan Kudus melarang masyarakat Kudus menyembelih sapi, dan kerbau sebagai pengganti sapi. Sunan Kudus meminta kepada penduduk Kudus saat itu untuk menggunakan daging kerbau sebagai bahan masakan, termasuk menu sate khas Kudus yang hingga kini masih dapat dinikmati di beberapa tempat di Kudus.
Diskripsi:
Sate Kerbau merupakan kuliner khas Kudus yang sangat popular di Kudus, Jawa Tengah. Sate kerbau banyak ditemui di berbagai tempat di Kudus, salah satunya warung sate kerbau milik Bp Sutrimo. Warung sate kerbau milik Bp. Sutrimo yang beralamat di Gang II, Jln Kutilang,.Kudus ini diberi nama 57. Nama tersebut pemberian dari orang tuanya yang dahulu juga sebagai penjuall sate kerbau. Sehingga warung 57 ini merupakan warung warisan dari orang tuanya. Bp. Sutrimo memulai usaha sate sekitar tahun 1985. Sampai saat ini warung Sate Kerbau milik Bp. Sutrimo ini masih bertahan dengan resep yang turun temurun.
Proses pembuatan Sate kerbau boleh dibilang unik, karena berbeda dengan pembuatan sate pada umumnya. Pada umumnya untuk membuat sate, daging dipotong dadu, namun berbeda cara pembuatan Sate Kerbau. Untuk membuat Sate Kerbau daging kerbau digiling terlebih dahulu digiling hingga halus kemudian dibumbui dengan aneka rempah. Baru kemudian ditusuk, selanjutnya baru dibakar. Sedangkan untuk membuat saus sebagai pelengkap menikmati Sate Kerbau adalah terbuat dari bahan kelapa yang dibuat srundeng kemudian digiling dan ditambah garam dan air selanjutnya direbus. Cara menghidangkan Sate Kerbau juga berbeda dengan sate pada umumnya. Untuk menghidangkan Sate Kerbau nasi dibungkus dengan daun jati, sedangkan satenya di letakkan tersendiri dipiring dan sudah diberi saus srundeng. Bagi yang suka pedas dapat ditambahkan cabe rawit yang sudah direbus.
Dalam 1 hari warung 57 menghabiskan 10 – 15 Kg daging kerbau. Untuk satu porsi Sate Kerbau milik Bp.Sutrimo dihargai Rp. 20.000 yang isinya 10 tusuk Sate Kerbau.