Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Opor Bakar Sunggingan - Kudus, Jawa Tengah |
Sejarah:
Kota Kudus mempunyai banyak kuliner yang unik,selain sate kerbau, soto kerbau dan masih banyak lagi kuliner unik lainnya, salah satunya yaitu Opor Bakar Sunggingan yang kini telah menjadi ikon kuliner kebanggaan Kudus. Dinamakan Opor Bakar Sunggingan karena makanan ini berasal dari Desa Sunggingan, Kabupaten Kudus. Opor Bakar Sunggingan muncul sejak tahun 1960-an. Sebenarnya kuliner ini merupakan kreasi baru jadi tidak tidak mempunyai resep pusaka, Akan tetapi kreasi baru ini sudah bertahan hingga 50 tahun lamanya. Menurut Ibu Siti Sundari suami dari Bp Suroso sebagai pemilik warung Nasi Opor Sunggingan menceritakan bahwa resep yang dipakai oleh warung miliknya adalah warisan dari mertuanya yang dulu juga berjual nasi opor sunggingan pada tahun 1966. Ibu Sundari meneruskan usaha milik mertuanya mulai tahun 1985. Hingga kini resep tersebut masih tetap digunakan dalam memasak Nasi Opor Sunggingan di warung yang ia kelola.
Diskripsi:
Opor Bakar Sunggingan merupakan salah satu kuliner khas Kudus yang hingga kini menjadi ikon kuliner khas Kudus. Dinamakan opor bakar Sunggingan karena kuliner ini berasal dari Desa Sunggingan, Kabupaten Kudus. Sebagai bahan baku kuliner yang tergolong khusus ini adalah ayam kampung dan sebagai bumbunya adalah bawang merah, bawang putih, kemiri, garam, jinten dan santan kelapa. Menurut Ibu Sundari sebagai pemilik warung Nasi Opor Sunggingan yang berada di Jl. Niti Semito No 9 Ploso Kudus menceritakan bahwa resep yang digunakan sekarang adalah resep warisan dari mertuanya yang dahulu juga mempunyai usaha warung Opor Sunggingan.
Proses memasak opor bakar Sunggingan sangat sederhana. Ayam kampong yang masih utuh dibersihkan kemudian bumbu-bumbu yang dihaluskan dimasukkan ke dalam rongga perut ayam. Selanjutnya ayam dimasak selama 5 sampai 7 jam hinga bumbu-bumbu meresap ke serat-serat daging ayam, sehingga ayam menjadi bsangat gurih. Setelah ayam tersebut matang kemudian ayam diangkat dan ditiriskan. Selanjutnya dibakar di atas bara api hingga bagian luarnya gosong. Air sisa rebusan ayam ditambah santan kental dan dimasak lagi hingga sebagian besar airya menguap. Kuah santan kental ini kemudian dipakai untuk menyiram potongan daging ayam bakar ketika dihidangkan. Sebagai pendamping opor bakar sunggingan ini adalah sambal goreng tahu. Cara yang unik untuk menghidangkan Opor Bakar Sungginan ini adalah pada saat memotong daging ayam dengan menggunakan gunting, jadi lebih praktis.
Pada hari-hari biasa warung Opor Sunggingan milik Ibu Sundari ini mampu menghabiskan sekitar 30 ekor ayam dan nasinya menghabiskan skitar 20 kg beras. Penjualan meningkat pada hari-hari tertentu misalanya pada masa liburan warung Opor Sunggingan ini bisa menghabiskan hingga 50 ekor ayam setiap hari. Karena pada masa liburan banyak pesanan masakan ini yang dibawa ke luar daerah untuk oleh-oleh, misalnya ke Jakarta.