Ada beberapa Upacara Adat yang dilakukan oleh Kraton Yogyakarta terkait dengan hari Besar Islam, di antaranya Grebek Syawal, Besar dan Maulud. Pada pelaksanaan upacara-upacara tersebut membutuhkan perlengkapan sesaji upacara. Salah satu pelengkap sesaji yang harus ada dalam upacara tersebut adalah makanan yang bernama upil-upil. Upil-upil berbentuk bendhul yang berfungsi sebagai hiasan pada badan gunungan.Gunungan adalah sesaji upacara yang diperebutkan pada saat upacara telah usai.
Upil-upil terbuat dari bahan dasar ketan dan garam. Alat yang digunakan untuk memasak upil-upil : anglo/kompor, arang, soblok, alu, lumpang, daun pisang, tampah dan baskom. Proses pembuatan upil-upil : beras ketan dicuci kemudian ditanak dengan menggunakan soblok. Kemudian ditumbuk dalam lumpang hingga halus. Setelah halus dan ditipiskan di atas daun pisang yang sudah disobek-sobek. Agar tidak lengket sebelumnya daun pisang diolesi dengan minyak kelapa. Sesudah kering lalu dipotong-potong dengan ukuran 2X1,5 cm, dan diberi tangkai kecil, seterusnya dijemur lagi sampai kering. Cara penyajian upil-upil sama seperti bendhul (sebagai hiasan pada badan gunungan).