Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Adat Sedhekah Gunung Merapi - Kab. Boyolali Jawa Tengah |
Sejarah:
Malam pergantian tahun dalam kalender Jawa atau yang lebih sering disebut malam 1 Sura adalah malam yang dianggap penting dan sakral bagi masyarakat Jawa yang hidup dalam pengaruh budaya Jawa. Di malam seperti ini, banyak wilayah Pulau Jawa khususnya Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar berbagai jenis upacara adat atau ritual, termasuk juga warga yang tinggal di lereng Gunung Merapi. Warga Selo Boyolali, khususnya Desa Lencoh, sangat akrab dengan tradisi malam 1 Sura. Di wilayah yang terletak di sebelah utara lereng gunung Merapi yang sering meletus itu warga masih menjalankan tradisi yang dikenal dengan sebutan upacara adat Sedhekah Gunung Merapi. Upacara adat tersebut dimaksudkan untuk memohon keselamatan bagi warga yang tinggal di sekitar Gunung Merapi, dan upacara adat ini sudah dilaksanakan sejak jaman nenek moyang warga Desa Lencoh tersebut. Sesaji utama dalam upacara adat Sedhekah Gunung Merapi ini adalah sesaji berupa kepala kerbau yang dilarungkan atau dibenamkan ke kawah yang ada di puncak Gunung Merapi.
Deskripsi:
Prosesi upacara adat Sedhekah Gunung Merapi pada malam 1 Sura digelar mulai dari jam 8 malam bertempat di Joglo Merapi, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Di tempat upacara ini warga yang hadir memeriahkan acara dihibur dengan suguhan pembuka berupa pentas tari dan kesenian. Prosesi upacara diawali dengan pembacaan legenda asal mula Sedekah Gunung Merapi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa atas segala sesajian yang sudah disiapkan. Bersamaan dengan pembacaan doa itu, dilantukan kidung-kidungan berupa doa. Perlengkapan sesaji dalam upacara adat ini meliputi berbagai ubo rampe. Selain kepala kerbau yang merupakan sesaji pokok terdapat sesaji seperti tumpeng nasi jagung, brubus daun lumbu, gomok, acung-acung, bothok sempuro, palawija, rokok klobot, pisang, kembang kanthil, kunir, telur, serta uang logam seratusan Kepala kerbau dan sesaji lainnya pada akhirnya akan dibawa menuju puncak Gunung Merapi untuk dibenamkan atau dilarungkan di kawah gunung yang dipercaya dijaga oleh Kyai Petruk. Sementara sesaji berupa tumpeng nasi jagung dan ubo rampenya yang berupa lauk pauk menjadi rebutan warga masyarakat yang hadir di acara upacara adat Sedhekah Gunung Merapi yang bertempat di Joglo Merapi, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah.