Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara Adat Pulung Langse Sukoharjo - Kab. Sukoharjo, Jawa Tengah
Sejarah: Asal mula upacara adat Pulung Langse di Sukoharjo berdasarkan mitos bahwa Ki Ageng Balak atau Raden Sujono diyakini sebagai keturunan dari Raja Brawijaya, Kerajaan Majapahit. Sosok Ki Ageng Balak juga diyakini sebagai pendiri Desa Mertan, Bendosari, Kabupaten Sukoharjo saat dirinya mengasingkan diri. Seperti sosok besar lainnya, Ki Ageng Balak semasa hidup mengajarkan kebaikan kepada warganya seperti ajaran untuk selalu berbagi kepada sesama. Untuk menghormati jasa besar tokoh ini, warga setempat selama ratusan tahun mengadakan sebuah upacara adat yang dikenal dengan nama upacara adat Pulung Langse. Setelah sekian lama lestari, upacara adat ini pun kini menjadi salah satu aset wisata budaya Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Deskripsi: Upacara adat Pulung Langse dilaksanakan setiap tahun sekali pada hari Minggu terakhir di bulan Sura, bertempat di kawasan Makam Ki Ageng Balak yang terletak di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Nama dari upacara adat yang telah berusia ratusan tahun ini berasal dari kegiatan inti dari upacara itu sendiri yaitu mengganti kain penutup makam yang disebut langse. Prosesi upacara adat Pulung Langse diawali dengan juru kunci melepas kain penutup makam (langse) untuk kemudian dicuci dan dikeringkan. Kain lama itu nantinya akan dipotong dalam jumlah yang banyak dan dibagikan kepada peziarah yang hadir dalam upacara adat tersebut. Sementara kain baru sebagai penutup makam terlebih dahulu akan dikirab mengelilingi makam sebelum nantinya dipasang. Bersamaan dengan kain penutup itu dikirab juga dilengkapi dengan sesaji yang berupa nasi tumpeng dan gunungan hasil bumi. Ribuan pengunjung biasa hadir memadati makam saat upacara adatl ini berlangsung. Kehadiran mereka selain untuk menyaksikan upacara itu juga untuk ikut memperebutkan gunungan yang dikirab mengelilingi makam.