Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara Adat Kirab Pusaka Kanjeng Kyai Slamet Surakarta - Kota Surakarta, Jawa Tengah
Sejarah: Kirab pusaka Kyai Slamet Kraton Kasunanan Surakarta merupakan upacara adat terbesar dan paling meriah yang diselenggarakan oleh Kraton Kasunanan Surakarta dalam setiap tahunnya. Hal ini ditandai dengan banyaknya peserta kirab dan ribuan warga masyarakat yang mengiringinya sehingga memadati jalan-jalan yang dilalui kirab tersebut. Upacara adat kirab pusaka ini diselenggarakn setahun sekali setiap malam pergantian tahun baru Jawa yaitu pada malam tanggal 1 Sura. Kirab pusaka ini menempuh rute perjalanan mengelilingi tembok luar kraton Kasunanan Surakarta. Tradisi kirab pusaka yang diselenggarakan untuk memperingati pergantian tahun dalam kalender Jawa sehingga sering disebut dengan kirab pusaka malam 1 Sura. Karena dalam kirab ini selalu melibatkan kerbau milik kraton Kasunanan maka upacara ini sering disebut Kirab Kebo Bule. Tradisi Kraton Surakarta pada malam 1 Sura ini sudah diselenggarakan sejak ratusan tahun yang lalu. Selama itu pula keluarga kraton, abdi dalem, serta ribuan peserta kirab lainnya, mengirab pusaka-pusaka koleksi kraton dengan kerbau albino keturunan Kyai Slamet yang memimpin di depan sebagai pembuka jalan. Pada saat rombongan ribuan peserta melakukan kirab mengelilingi tembok luar kraton ribuan warga dari berbagai daerah berjejalan di sepanjang rute kirab, sehingga menyebabkan kemacetan dan konsentrasi penonton di sepanjang rute yang dilalui. Dekripsi: Upacara adat kirab pusaka Kraton Kasunanan Surakarta dilaksanakan setiap tahun sekali pada malam pergantian tahun Jawa yaitu pada malam tanggal 1 Sura. Kirab pusaka ini melewati rute sepanjang 5 kilometer mengelilingi tembok luar kraton Kasunanan Surakarta. Prosesi kirab pusaka Kraton Kasunanan Surakarta dimulai dari dalam kompleks kraton. Seluruh persiapan dilakukan di dalam kompleks kraton, sementara kerbau albino keturunan Kyai Slamet yang menjadi koleksi kraton dipersiapkan di depan Kori Kamandungan dan Bale Roto. Tepat pada tengah malam prosesi kirab pusaka pun dimulai dengan kerbau albino sebagai cucuk lampah atau pembuka jalan. Sedangkan jumlah pusaka yang ikut dikirab berjumlah 9 buah dan semuanya terbungkus dalam kain berwarna gelap. Ribuan peserta rombongan Kirab Pusaka Kraton Kasunanan Surakarta berjalan menyusuri rute di luar tembok kraton, dari dalam kompleks kraton mereka akan menuju Bundaran Gladag – Jalan Kusmanto – Jalan Kapten Mulyadi – Jalan Veteran – Jalan Yos Sudarso – Slamet Riyadi – Jalan Mayjend Sunaryo dan kemudian kembali ke dalam kompleks kraton. Selama pelaksanaan kirab warga masyarakat yang menyaksikan dan ikut kirab melakukan tapa mbisu. Oleh karena itu, selama prosesi kirab berlangsung suasana khitmad dan sakral sangat terasa di sepanjang rute perjalanan. Selama prosesi kirab berlangsung dan pada saat itu kerbau keturunan Kyai Slamet tersebut membuang kotoran dalam perjalananya, maka kotoran kerbau itu akan jadi rebutan sebagian warga, karena percaya bahwa kotoran kerbau tersebut bertuah.