Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaRasulan Dukuh Geneng - Trucuk, Kab. Klaten, Jawa Tengah
Rasulan di Dukuh Geneng, Desa Palar, Klaten dilaksanakan pada hari Lebaran Idul Fitri plus 2, atau dua hari setelah lebaran idul fitri. Kegiatan rasulan dilakukan setiap tahun oleh para warga. Acara tersebut cukup ramai sebab pada hari hari upacara, banyak warga kampung yang bekerja di daerah lain menyempatkan pulang ke Geneng, bertemu dengan orang tua dan sanak saudara. Rasulan adalah sebuah upacara tradisi yang dilaksanakan warga Geneng sebagai ucap syukur kepada Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat dan riski yang telah diberikan untuk warga Geneng. Di samping itu acara rasulan menjadi ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antarwarga Geneng. Hal itu tampak dari kekurukan warga dalam penggalangan dana maupun pada saat persiapan pentas wayang dan juga dalam waktu pelaksanaan. Gotong royong mempersiapkan semua sarana dan prasarana dilakukan oleh warga secara sukarela. Dana yang dihimpun untuk melukakan kegiatan upacara rasulan didapatkan dari para warga sesuai dengan kemampuan masing-masing keluarga. Untuk menentukan besaran atau nominalnya dilakukan melalui acara rembugan (rapat) warga masyarakat. Dalam rasulan juga diadakan pagelaran wayang kulit. Sebelum acara pergelaran wayang kulit dimulai, diadakan acara slametan (kenduri), dan setiap orang yang datang ke acara kenduri mewakili setiap kepala keluarga, akan mendapatkan berkat (nasi dan kelengkapan lauk pauk). Setelah acara kenduri selesai maka pada malam hari itu dilanjutkan dengan pergelaran wayang kulit. Pada rasulan tahun 2017, lakon yang dipergelarkan adalah Wiroto Purwo dengan dalan Ki Mulyono dari Dinas Perpajakan Klaten.